KNPI: Kawal Konstitusi Lebih Penting Dibandingkan Ajang Piala Dunia

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) angkat bicara tentang penolakannya terhadap tim nasional (timnas) Israel bermain di Indonesia pada ajang Piala Dunia U-20.

Besarnya gelombang protes oleh berbagai elemen disebut-sebut sebagai faktor batalnya Indonesia menjadi tuan rumah event olahraga empat tahunan itu.

Koordinator Bidang (Koorbid) DPP KNPI, AN Andriyana, menegaskan, pihaknya menolak Israel berlaga di Tanah Air sebagai bentuk mengawal mimpi besar bangsa Indonesia: menghapuskan penjajahan di atas dunia. Dengan demikian, mengawal konstitusi jauh lebih penting dan besar dibandingkan bermain dalam ajang Piala Dunia.

“Cita-cita besar ini melampaui kepentingan pribadi, golongan, bahkan melampaui sekat bangsa. Jangan seolah-olah mimpi segelintir orang yang ada di timnas U-20, kemudian menabrak mimpi besar bangsa Indonesia,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (31/3).

Andriyana menerangkan, Israel berada di atas tanah Palestina sejak berdiri pada 1948. Pencaplokan wilayah Palestina terus dilakukan Israel hingga kini, seperti di wilayah Tepi Barat.

“Jadi, sikap KNPI menolak Israel bukan semata-mata urusan politik atau kebijakan, ini soal ketaatan terhadap konstitusi negara dan cita-cita besar bangsa Indonesia yang anti terhadap kolonialisme dan imperialisme,” tegasnya.

Eks Ketua Umum PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini pun menyesalkan adanya pihak-pihak yang mengumpat para penolak Israel datang ke Tanah Air. Timnas Indonesia agar berpartisipasi pada Piala Dunia U-20 lantaran urung menjadi tuan rumah.

“Jangan seoalah-olah orang yang berusaha menjaga konstitusi dan cita-cita bangsa ini seolah menjadi penghancur mimpi anak muda Indonesia,” ucapnya.

“Kita sedang memberikan pelajaran berharga tentang apa itu menjaga konstitusi dan merawat mimpi besar bangsa yang telah dibuat oleh founding fathers kita di masa lalu. Bangsa besar itu bangsa yang menghargai para pendahulunya,” sambungnya.

Andriyana pun meminta seluruh masyarakat Indonesia tidak berkecil hati lantaran batal menjadi tuan rumah dan peserta Piala Dunia U-20. Sebab, mandat konstitusi tentang menghapuskan penjajahan di dunia tidak dinodai.

“Jangan merasa bersalah ketika FIFA mencoret Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Kita sudah dalam track yang benar dalam menjaga konstitusi dan merawat cita-cita besar bangsa Indonesia, yaitu menghapuskan segala bentuk penjajahan di atas bumi ini,” tandasnya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

On Key

Related Posts